lpmkentingan.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar unjuk rasa meminta Presiden Jokowi pulang kampung, Jumat (20/3). Aksi tersebut digelar usai pelantikan pengurus BEM di bulevard UNS. Puluhan pengurus yang baru dilantik tersebut turun ke jalan memadati gerbang depan UNS.

Dalam aksinya, mereka mengritisi Presiden Jokowi yang hanya melakukan pencitraan di media. Selain itu, terdapat beberapa kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat seperti naiknya harga beras dan tarif dasar listrik. Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika pun tidak lepas dari sorotan.

“Kami, para mahasiswa, siap memanggil Pak Jokowi pulang ketika kebijakan-kebijakannya masih ditunggangi oleh kepentingan politik dan golongan dan tidak pro dengan rakyat,” ujar Presiden BEM UNS, Eko Pujianto.

Eko menegaskan akan memberikan kesempatan pada pemerintahan Jokowi-JK untuk membenahi berbagai kebijakan yang ada selama satu bulan. Namun, ia mengaku pesimis hal tersebut mampu diwujudkan. Mahasiswa juga melayangkan surat panggilan pulang kampung (SP2K) agar Presiden Jokowi mau mendengarkan suara masyarakat Solo. Aksi yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut sempat membuat arus lalu lintas di jalan Ir. Sutarmi terganggu.

Pelantikan Pengurus

Sebelum berunjuk rasa, BEM UNS terlebih dahulu menggelar pelantikan pengurus periode 2015/2016. Acara tersebut turut dihadiri oleh Kasat Bimnas Polresta Surakarta, Kompol Juliana serta perwakilan organisasi mahasiswa se-UNS.

Dalam sambutannya, Juliana mengapresiasi mahasiswa UNS yang mampu bersikap kooperatif dengan pihak kepolisian. Ia juga berharap kerjasama yang telah berjalan baik antara mahasiswa dan polisi dapat terus bertahan. (Muh Satya)