(Syaumi Khoirun Nisa)

 

Surakarta, saluransebelas.com – Data resmi KPU UNS menyebutkan, sebanyak 11.211 suara masuk untuk pemilihan Calon Legislatif (Caleg) dan 11.217 suara masuk untuk pemilihan Capres-Cawapres dalam Pemilu tahun ini. Menurut Ketua KPU, Ardyan Gilang, jumlah suara pada pemilu tahun ini sudah mengalami kenaikan jika dibandingkan pemilu tahun lalu.

 

“Target dari KPU 15.000 suara. Meskipun tidak tercapai tetapi kami merasa cukup puas dengan hasil saat ini. Ada peningkatan suara, meskipun belum signifikan,” ungkapnya saat dihubungi via Whatsapp, Senin (14/11). KPU sendiri mengunggah secara resmi hasil Pemilu pada Minggu (13/11) melalui akun Instagram dan Line.

 

Suara tertinggi caleg proporsional diraih oleh partai Gerbang  dengan 1927 suara, disusul partai Asmara (1564 suara), partai Kemaki (1477 suara), partai Daun Muda (1282 suara), dan partai Bara (665 suara). Sementara pemilihan Capres-Cawapres dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu Wildan Wahyu Nugroho-Mohammad Iqbal dengan perolehan 7582 suara. Pasangan nomor urut dua Govinda Pramudya Tama-Putra Ardi Ightiarudin memperoleh 3254 suara.

 

Berdasarkan data yang dihimpun saluransebelas.com, pada Pemilu 2016 KPU berhasil mengumpulkan 10.292 suara mahasiswa, sedangkan pada pemilu 2017 sebanyak 11.217 suara diperoleh. Dari total 31.769 mahasiswa aktif dari jenjang Diploma dan Sarjana, KPU menargetkan 15.000 suara.

 

Ardyan mengungkapkan beberapa alasan yang menjadikan target suara tahun ini belum tercapai. “Banyak faktor yang mempengaruhi, misalnya di FKIP angkatan 2013 ada yang PPL, ada yang magang, dan agenda lainnya diluar yang menyebabkan tidak memungkinkan untuk mencoblos. Di Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik misalnya, ada jurusan yang melakukan kunjungan,” tambahnya.

 

Ardyan juga menambahkan hal teknis yang ikut memengaruhi hasil Pemilu. “Beberapa hal yang telah direncanakan masih belum terlaksana. Antara lain publikasi secara fisik. Publikasi masih belum masif, sehingga masih banyak mahasiswa yang belum tahu tentang Pemilu, pentingnya Pemilu, dan kenapa harus mencoblos. Properti dan video tentang Pemilu juga,” kata Ardyan.

 

Sementara itu, Presiden BEM terpilih Wildan Wahyu Nugroho, mengungkapkan bahwa ini merupakan tantangan dan amanah besar yang diembankan padanya. “Ya, ini tantangan besar karena ini adalah amanah. Yang perlu kita lakukan adalah memantaskan diri dan berdoa supaya dimampukan dan dipantaskan untuk mengemban amanah ini,” tuturnya saat diwawancarai via Whatsapp, Minggu (13/11).

 

Sementara Govinda Pramudya Tama mengaku cukup puas dengan hasil yang telah diraih. “Alhamdulillah sudah keluar hasil resmi KPU. Saya sendiri cukup puas dengan hasil tersebut karena partai pun walaupun masih baru, sudah mendapatkan posisi yang cukup lumayan. Posisi keempat dari lima partai bisa meloloskan beberapa kader partai untuk legislatif nanti.”, ujarnya.[]