Pembicara dalam bedah buku antologi "“Kisah yang Berulang di Hari Minggu” Sanie B. Kuncoro (kiri) dan moderator Rio Johan (kanan)

Pembicara dalam bedah buku antologi ““Kisah yang Berulang di Hari Minggu” Sanie B. Kuncoro (kiri) dan moderator Rio Johan (kanan)

Surakarta – Bedah buku bertajuk “Kisah yang Berulang di Hari Minggu” diselenggarakan pada Minggu (16/3) pagi. Acara yang digelar oleh Balai Soedjatmoko bekerja sama dengan Sastra Pawon ini digelar di Balai Soedjatmoko.

Di dalam bedah buku tersebut, penulis Sanie B. Kuncoro hadir sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Rio Johan. Sanie membahas dan mengomentari satu-persatu tulisan di dalam antologi yang ditulis oleh 21 penulis remaja tersebut. Menurut Sanie, buku yang berisi kumpulan cerpen, puisi, dan esai ini sudah cukup bagus untuk ukuran pemula. Selain itu, Sanie juga memberikan beberapa tips kepada para penulis buku antologi.

“Awalan cerita harus menarik, tidak membosankan, supaya pembaca pun tertarik untuk membaca sampai selesai,” tuturnya.

Bedah buku ini merupakan kelanjutan dari workshop menulis untuk remaja 2013 yang diselenggarakan oleh pihak serupa. Beberapa orang berpendapat bahwa judul buku tersebut kurang mewakili isi antologi. Namun, Yudhi Herwibowo selaku pegiat Sastra Pawon menjelaskan bahwa pemilihan judul tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan.

Workshop remaja tahun lalu selalu diadakan pada hari Minggu. Maka, itulah judul yang dipilih,” ungkap Yudhi.

Workshop sekaligus bedah buku untuk remaja kali ini bertujuan meningkatkan minat remaja dalam dunia kepenulisan. Salah seorang peserta workshop, Tiyas Haryani, mengaku mendapatkan manfaat dan pengalaman dalam mengikuti workshop dan bedah buku ini.

“Awalnya ikut workshop karena rujukan dari teman tentang Komunitas Pawon. Ketika mengumpulkan tulisan untuk antologi, saya memilih menulis cerpen,” kata Tiyas. (Fiya & Ain)