Saluransebelas – Terjadinya kerusuhan pada 22 Mei 2019 sebagai akibat dari penolakan atas hasil rekapitulasi suara pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), mendorong Aliansi Mahasiswa UNS untuk menyatakan sikap atas kejadian tersebut. Sekitar 20 mahasiswa berkumpul di Boulevard UNS (24/5) pukul 16.00 WIB untuk menyatakan sikapnya atas kerusuhan yang disebabkan atas konflik kepentingan tersebut.

 

Dipimpin oleh Presiden BEM UNS, Faith Silmi, Aliansi Mahasiswa tersebut menyatakan sikap bahwa mereka turut berduka dan berbela sungkawa atas jatuhnya korban jiwa maupun luka akibat kerusuhan. Mereka juga mendorong pihak yang berwenang untuk melakukan investigasi kepada pihak yang terlibat, mengutuk segala sikap represif, menghimbau untuk menjaga persatuan, serta meningkatkan rasa kemanusiaan dan persaudaraan. Lebih lanjut Faith mengimbuhkan, “Pernyataan sikap ini sebagai awal dari tindakan lanjutan jika kerusuhan terus terjadi bahkan semakin parah”, ujarnya.

 

Aksi pernyataan sikap tersebut sebagai sebuah tindakan yang diinisiasi oleh Forum Bersama bidang Eksternal BEM se-UNS. Walaupun hasil dari inisiatif BEM se-UNS, acara tersebut dibuka untuk mahasiswa umum dengan mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UNS.

 

“Aksi ini dibuka untuk mahasiswa umum, mengambil nama Aliansi Mahasiswa UNS sebagai cara supaya dapat merepresentasikan mahasiswa UNS”, ujar Iklil sebagai Humas dalam aksi tersebut.

 

Kemudian aksi yang berlangsung damai tersebut berakhir sekitar pukul 16.45 WIB. Para mahasiswa bubar secara teratur, setelah sebelumnya menyanyikan lagu Mars Mahasiswa bersama-sama.[]

 

Reporter: Lulu Febriana