Notice: Trying to get property of non-object in /home/saluransebelas/public_html/wp-content/themes/15zine/library/core.php on line 3743
Paulus Ngadijo (tengah), salah seorang peserta tertua kategori Umum Putra Lomba Lari 11 K, Solo Open tingkat Nasional 2013, saat berfoto bersama peserta lain seusai perlombaan, Mnggu (10/03).

Paulus Ngadijo (tengah), salah seorang peserta tertua kategori Umum Putra Lomba Lari 11 K, Solo Open tingkat Nasional 2013, saat berfoto bersama peserta lain seusai perlombaan, Mnggu (10/03).

 

SurakartaRona wajah yang terlihat semakin menua, kulit tubuh yang telah berkeriput, serta rambut putih yang menumbuhi kepalanya tidak membuat seorang Paulus Ngadijo patah semangat untuk meraih lebih banyak prestasi. Pria berusia 81 tahun ini termasuk salah satu peserta tertua Kategori Umum Putra Lomba Lari 11 K Solo Open Tingkat Nasional 2013, Minggu (10/03). Di usia yang senja ini, beliau telah beberapa kali mengikuti Lomba lari yang diadakan di Solo. “Ini yang kelima kalinya saya ikut lomba lari di Solo”, ujarnya.

Peraih medali perak PON IV Makassar ini mengaku sangat gembira berpartisipasi dalam lomba ini. “Saya gembira, kurang lebih sekitar tiga bulan saya persiapkan untuk lomba ini”, ujarnya. Beliau mengaku partisipasinya dalam acara ini adalah untuk memperkaya pengalamannya di dunia olahraga. Pria asal Temanggung ini pun disambut hangat oleh para peserta dan penonton yang hadir. Sambutan terlihat dari para peserta yang ikut berfoto bersama seusai mencapai garis finish. Selain itu tepuk tangan meriah pun ikut meramaikan barisan penonton ketika beliau telah mencapai garis finish.

Pria dengan nomor peserta 278 ini pun mendapatkan apresiasi dari Rektor UNS, Prof. Dr. H. Ravik Karsidi. M.S., ketika memberikan sambutan pada sesi pembagian hadiah kepada para peserta yang mendapatkan juara. “Ini adalah contoh yang baik bagi kita”, ujar Rektor UNS sambil menunjuk ke arah Bapak Paulus Ngadijo ketika memberikan sebuah bingkisan sebagai bentuk apresiasi terhadapnya. (Redza)