Terbaru
Sudahilah Main Negara-Negaraan di Kampus
Kampus seharusnya menjadi ruang belajar, tempat orang bertukar pikiran, berdebat dengan sehat, dan perlahan memahami dunia. Di ruang seperti itu, mahasiswa belajar membaca kenyataan, mempertanyakan banyak hal, dan membangun cara berpikirnya sendiri.
Edisi Khusus XIV Tahun 2026: Produksi Kuasa Politik Kampus UNS
Majalah Edisi Khusus Edisi XIV Tahun 2026: Produksi Kuasa Politik Kampus UNS
Selain Jam Malam UNS yang Terbatas, ‘Penunggu’ Ormawa Juga Ngode Saya agar Cepat Pulang
Diburu-buru pulang karena terbentur aturan jam malam kampus, hingga bayang-bayang derap sepatu satpam yang siap mengusir, rasanya sudah terlalu biasa. Namun, bagaimana kalau yang memburu-buru kepulangan itu justru sesuatu yang tak kasat mata?
Ada Makna di Balik Juang Mahasiswa UNS Bangun Sini Dimsum
Ketika matahari membenamkan sinarnya dan sebagian mahasiswa mulai menutup lembaran hari, Nirisa Afni Naila Muazara masih berjibaku di balik stand dimsum di Z-Corner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Universitas Sebelas Maret (UNS). Meski tangannya sibuk membereskan printilan hari itu, pikirannya sudah melayang ke tugas kuliah yang sudah menunggunya untuk disapa. Bagi mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2024 di UNS ini, harinya terasa tidak pernah selesai begitu saja.
Malam Apresiasi Sastra: Saat Sastra dan Panggung Keresahan Mulai Bersuara
Malam itu tampak hidup dengan lampu panggung yang menyoroti berbagai pertunjukan seni yang silih berganti. Auditorium Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 8 Surakarta penuh dengan riuhnya tepuk tangan penonton, yang terpukau pada setiap pertunjukkan. Momen pada malam itu terbingkai dalam sebuah acara bernama Malam Apresiasi Sastra yang akrab dikenal dengan sebutan Malapsas. Kegiatan tersebut merupakan agenda seremonial yang diadakan oleh Himpunan Keluarga Besar Mahasiswa Sastra Indonesia setiap satu tahun sekali.
Suara Sepeda Solo yang (Masih Berusaha) Didengar
Kring-kring-kring. Suara bel sepeda kembali terdengar memeriahkan jalanan Solo, Jumat (01/05/2026). Deringan bel sepeda itu bukan sekadar bunyi penanda, tetapi memang ditujukan sebagai pengingat. Peringatan itu sudah digaungkan berulang kali bahwa ada kelompok pengguna jalan yang selama ini ada, tapi belum diakui.
